Logo
TikTok
lifestyle
TikTok Sound Disalahgunakan untuk Disinformasi Vaksin Covid-19
Photo: 9to5mac

ZIGI – Sebuah lembaga think thank berbasis di London, Institute for Strategic Dialogue (ISD), melakukan penelitian terkait fitur TikTok Sound yang digunakan untuk mempopulerkan konten disinformasi ataun informasi yang salah tentang vaksin Covid-19. Konten tersebut sengaja disebarkan untuk mencegah orang agar tidak melakukan vaksinasi.

Sebagian besar pengguna membagikan konten disinformasi Covid-19 ini didasarkan pada klaim yang sebelumnya dibantah. Dilansir dari situs ISD, analisis ISD Ciaran O'Connor menemukan 124 video TikTok, yang mempromosikan kesalahan informasi soal vaksin Covid-19, di mana dua diantaranya menggunakan label yang diberikan TikTok.

Tapi kemudian dihapus oleh TikTok karena terdeteksi melanggar aturan disinformasi yang berbahaya mengenai Covid-19. Sebanyak 124 video tersebut telah ditonton lebih dari 20 juta kali dan mendapatkan lebih dari 1,6 juta likes. Menurut Ciaran O'Connor, klip TikTok Sound masih tersedia secara umum sehingga bisa dieksploitasi oleh para penjahat bahkan setelah video asli dihapus. Berikut penjelasannya!

Informasi yang Perlu Diinspeksi TikTok

Photo : Situs resmi ISD

Menurut laporan lengkap ISD, mereka menemukan bukti fitur TikTok Sound menjadi dasar dari video yang digunakan untuk menyebarkan disinformasi yang disangkutkan mengenai vaksin dan komunitas kulit hitam. Pada Desember 2020, terdapat sebuah video yang menampilkan seorang wanita kulit hitam yang mengaku sebagai perawat dan diguna menderita Bell's Palsy setelah melakukan vaksinasi.

Namun, Associated Press memeriksa video tersebut dan menilai sebagai informasi yang salah. Video itu awalnya diunggah oleh seorang pengguna TikTok, dengan tujuan untuk meningkatkan kecurigaan yang sengaja ditargetkan kepada mayoritas warga kulit hitam. 

Video tersebut menggunakan suara anti-vaksin yang bertujuan untuk menyebarkan konspirasi kulit hitam. Walaupun video yang menampilkan suara asli telah dihapus, namun suara tersebut masih bisa digunakan untuk membuat video baru. Hingga saat ini, suara video itu masih digunakan oleh oknum yang berniat mencegah banyak orang untuk vaksinasi. 

ISD menemukan audio dari satu video pengguna yang menyiratkan perkembangan vaksin Covid-19, tapi menjadikan kontennya yang tidak aman. Audio tersebut telah digunakan lebih dari 4.500 video. Selain itu, ISD menemukan banyak video lainnya yang menggunakan Soind sebagai sinyal untuk mendukung pernyataan disinformasi. 

Tanggapan TikTok

Photo : Screenrant

Sebelumnya, TikTok telah membatasi distribusi yang menggunakan Sound daripada menghapus sepenuhnya, karena Sound hanya dianggap berpotensi menyesatkan. Setelah meninjau temuan laporan, TikTok mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus beberapa video yang menggunakan suara tersebut, sehingga suara tersebut sudah lebih sulit ditemukan dalam kolom pencarian.

"Kami berusaha untuk mempromosikan pengalaman TikTok yang otentik dengan membatasi penyebaran konten yang menyesatkan, termasuk audio, dan mempromosikan informasi resmi tentang Covid-19 serta vaksin di seluruh aplikasi kami," ungkap pihak TikTok, yang dikutip dari Reuters

TikTok menerapkan sistem moderasi baru yang menerapkan kerja otomatis dalam proses penghapusan konten yang melanggar kebijakan platformnya. Jadi, konten yang dianggap melanggar pedoman akan langsung menghilang. Hal ini dimaksudkan dalm upaya membuat proses moderasi konten lebih cepat dan efektif.

Terkait hal ini, TikTok mencatat bahwa sistem penghapusan konten otomatis ini belum sempurna, sehingga TikTok mengajak seluruh pembuat konten di platform-nya untuk melaporkan konten yang berpotensi melanggar kebijakan. 

Apa itu TikTok Sound?

Photo : Screenrant

TikTok Sound sendiri ada;ah fitur yang bisa dimanfaatkan pengguna, untuk menambahkan audio pengguna lain ke dalam video TikTok yang dibuatnya. Suara digunakan untuk mengekspresikan kreativitas dan menciptakan tren seputar klip tertentu. TikTok Sound dapat digunakan sebagai pembuat saluran untuk mempromosikan konten pengguna secara strategis.

Namun, sebagian besar pengguna justru menyalahgunakan fitur TikTok Sound. Platform media sosial memang berperan penting untuk memproduksi dan mempromosikan suatu konten. Namun, jika konten tersebut menyesatkan, sangat penting untuk mereka bertindak cepat untuk mengurangi pengguna yang menerima informasi sesat. Salah satunya soal vaksin Covid-19 ini.

  • Editor: Anabel Yevina

How does this article make you feel?

Recommended
Dhruv

Fakta Lirik Lagu Double Take - Dhruv dan Terjemahan, Viral di TikTok

  • 30 Juli 2021, 21:31 WIB
Fakta lirik lagu Double Take yang dinyanyikan Dhruv, lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia. Kini, viral di TikTok.
Kantor Twitter

13 Potret Kantor Twitter di New York yang Ditutup Imbas Covid-19

  • 30 Juli 2021, 16:34 WIB
Berikut ini potret kantor Twitter di New York tema industrial yang diumumkan tutup sementara menyusul lonjakan kasus Covid-19.
Dave stanley

10 Potret Rumah Mewah Dave Stanley, TikTokers Punya Piano Rp3,4 M

  • 29 Juli 2021, 15:55 WIB
Penampakan rumah Dave Stanley, artis TikTok yang memiliki piano kaca seharga Rp3,4 miliar hingga kamarnya dipenuhi barang branded.
Gdragon grimes jennie

Grimes Ingin Ganggu G-Dragon Melalui Jennie Blackpink

  • 29 Juli 2021, 10:47 WIB
Musisi sekaligus kekasih Elon Musk, Grimes mengagumi G-Dragon dan berharap dikenalkan oleh Jennie Blackpink.
Vaultboy

10 Fakta Vaultboy, TikTokers Viral Berkat Lagu Everything Sucks

  • 29 Juli 2021, 08:00 WIB
Deretan fakta menarik Vaultboy, TikTokers yang viral karena lagu Everything Sucks kini ingin belajar versi lirik bahasa Indonesia.
Dave stanley

Profil Dave Stanley, TikTokers Indonesia Viral Karena Rumah Mewah

  • 28 Juli 2021, 17:27 WIB
Profil dan biodata Dave Stanley, artis TikTok Indonesia berumur usia 19 tahun viral karena rumah mewah.
The Latest
Blackout

Lirik Lagu Selalu Ada - Blackout Band, Wajib Diputar di Tongkrongan

  • 30 Juli 2021, 17:06 WIB
Snapchat

Snapchat Alami Gangguan Log In, Pengguna Protes di Twitter

  • 30 Juli 2021, 15:45 WIB
Riot Games

Riot Games Untung Rp1,1 Triliun dari League of Legends hingga Valorant

  • 29 Juli 2021, 17:38 WIB
Free Fire

Cara Dapat Bundle Rebel Academy Free Fire

  • 29 Juli 2021, 15:36 WIB
iPhone 13

3 Tanda iPhone 13 Bakal Lebih Laris dari iPhone 12

  • 29 Juli 2021, 12:20 WIB
INDEKS